← Semua panduan
Memulai · Mulai di sini 6/6

Menyiapkan akun wali santri untuk aplikasi Cek Santri

Untuk admin dan wali: memastikan setiap wali punya akun, mengirim link pembuatan password lewat WhatsApp, dan cara wali masuk ke aplikasi Cek Santri dengan NIS anak.

Untuk: Admin & Operator, Wali Santri

Diperbarui 9 Oktober 2026

Panduan ini untuk admin, dengan dua langkah terakhir untuk wali santri. Hasilnya, wali bisa masuk ke aplikasi Cek Santri memakai NIS anak (atau email akunnya) dan password miliknya sendiri.

Akun wali biasanya sudah dibuat otomatis saat mengimpor atau menambah santri. Agar link password bisa terkirim, WhatsApp pesantren harus sudah diatur di pengaturan pesantren.

  1. Buka Data Wali Santri

    Di menu samping, klik Kesiswaan > Data Wali Santri. Cari wali berdasarkan nama atau nomor HP di kolom pencarian.

    Tips: Wali yang punya akun menampilkan email di bawah namanya. Tulisan Email tidak tersedia berarti wali itu belum punya akun.

  2. Buat akun untuk wali yang belum punya

    Klik ikon pensil pada wali tersebut, atau Tambah Wali untuk wali baru. Isi Nama Lengkap dan No. HP / WhatsApp, lalu di bagian Akses Portal Wali (Opsional) isi Email Akun dan Password (minimal 8 karakter).

    Klik Tambah Wali atau Simpan Perubahan.

    Tips: Tanpa email dan password, data wali tetap tersimpan tetapi wali belum bisa masuk aplikasi.

  3. Hubungkan wali dengan santrinya

    Wali masuk memakai NIS anak, jadi wali harus terhubung ke santrinya. Buka Kesiswaan > Data Santri, klik ikon edit pada santri, ketik nama wali di Cari Orang Tua / Wali dan pilih dari daftar, lalu klik Simpan Perubahan.

    Tips: Satu wali boleh terhubung ke beberapa santri, mis. kakak-beradik.

  4. Kirim link pembuatan password lewat WhatsApp

    Kembali ke Data Wali Santri, klik ikon kunci pada baris wali, lalu konfirmasi. Wali menerima pesan WhatsApp berisi link untuk membuat password sendiri.

    Ikon kunci hanya muncul untuk wali yang sudah punya akun dan nomor HP.

    Tips: Link berlaku 7 hari dan hanya bisa dipakai sekali. Pesan yang dikirim massal, mis. setelah impor, bisa butuh beberapa jam sampai ke wali.

  5. Atau serahkan password awal secara langsung

    Bila WhatsApp belum diatur atau wali tidak menerima pesan, serahkan password awal dari kotak Password awal akun wali yang tampil saat impor atau saat menambah santri. Kolom WhatsApp di kotak itu menunjukkan wali mana yang belum menerima link.

    Tips: Kotak itu hanya tampil sekali. Bila password awal tidak tercatat, kirim link baru lewat ikon kunci, atau isi password baru lewat ikon pensil di Data Wali Santri.

  6. Pastikan wali sudah terhubung

    Di Data Wali Santri, klik ikon mata (Lihat Profil) dan periksa bagian Santri Terhubung. Wali yang punya akun dan santri terhubung sudah siap masuk ke Cek Santri.

    Bila nama pesantren Anda tidak muncul di pencarian aplikasi Cek Santri, hubungi dukungan.

    Tips: Untuk wali yang lupa password, cara termudah adalah mengirim link baru lewat ikon kunci.

  7. Wali membuat password

    Wali membuka link dari WhatsApp. Di halaman Aktivasi Akun Wali, wali mengisi Password Baru (minimal 8 karakter) dan Konfirmasi Password Baru, lalu menekan Simpan Password.

    Tips: Bila muncul pesan bahwa link sudah dipakai, kedaluwarsa, atau tidak valid, wali perlu meminta link baru kepada admin pesantren.

  8. Wali masuk ke aplikasi Cek Santri

    Wali memasang aplikasi Cek Santri di HP Android, lalu membukanya. Di Cari Pesantren, ketik nama pesantren dan pilih dari hasil pencarian.

    Isi Email / NIS Santri dengan NIS anak (atau email akun wali), isi Kata Sandi, lalu tekan Masuk. Bila berhasil, aplikasi langsung membuka halaman Home.

    Tips: Pesan Email/NIS atau kata sandi salah berarti NIS, email, atau password tidak cocok. Periksa kembali, atau minta admin pesantren mengirim link password baru.

Apakah panduan ini membantu?

Masih ada yang belum jelas?

Hubungi tim kami dari menu Bantuan & Dukungan di aplikasi E-Pesantren, atau lewat WhatsApp.