← Semua panduan
Memulai · Mulai di sini 5/6

Membuat akun ustadz, bendahara, dan pimpinan

Untuk admin: membuat akun masuk bagi ustadz, bendahara, pimpinan, dan staf lain, memberi role, membatasi akses unit, dan mengatur izin tiap role.

Untuk: Admin & Operator

Diperbarui 9 Oktober 2026

Panduan ini untuk admin. Hasilnya, setiap pengurus pesantren punya akun sendiri dan hanya melihat menu sesuai role-nya. Setelah masuk, tiap akun langsung dibawa ke halaman yang sesuai, mis. pimpinan ke Dasbor Pimpinan.

Siapkan nama, email, dan password awal (minimal 6 karakter) untuk tiap orang. Akun wali santri tidak dibuat di sini; lihat Menyiapkan akun wali santri.

  1. Buat akun ustadz dari Data Pegawai

    Ustadz yang tercatat sebagai pegawai sebaiknya dibuatkan akun dari data pegawainya. Buka Kepegawaian > Data Pegawai, klik Tambah Ustadz/Staff (atau ikon edit pada pegawai yang sudah ada), lalu nyalakan Buatkan Akun Login Secara Otomatis.

    Isi Email Login dan Password Sementara, pilih Ustadz di Role / Tipe User, lalu klik Simpan Data.

    Tips: Dengan cara ini akun langsung tersambung ke data pegawainya. Pegawai yang sudah punya akun ditandai tulisan Akun user sudah tersedia.

  2. Buka Manajemen Akun

    Untuk bendahara, pimpinan, dan staf lain, klik Pengaturan > Manajemen Akun, lalu Tambah User. Jendela Tambah User Baru terbuka.

  3. Isi data akun

    Isi Nama Lengkap, Email, dan Password (minimal 6 karakter). Username boleh diisi sebagai nama masuk alternatif di web. Biarkan Status Akun pada Aktif.

    Tips: Email dan username tidak boleh sama dengan akun lain.

  4. Centang role yang sesuai

    Di Hak Akses Tambahan (Roles), kotak Admin sudah tercentang; hapus centangnya bila akun ini bukan admin. Lalu centang role yang sesuai, mis. Bendahara untuk bendahara.

    Untuk pimpinan pesantren, centang Pimpinan bersama Pengurus. Satu akun boleh memegang beberapa role.

    Tips: Role Pimpinan hanya membuka Dasbor Pimpinan untuk dibaca. Role tambahan seperti Waka_kurikulum dan Waka_kesiswaan juga dicentang bersama role utama, mis. Ustadz.

  5. Batasi akses unit bila perlu

    Bila pesantren Anda punya beberapa unit, form menampilkan Akses unit. Centang unit yang boleh dibuka akun ini, atau kosongkan bila akun boleh membuka semua unit, mis. bendahara yayasan.

    Penjelasan unit ada di panduan multi-unit.

    Tips: Pembatasan unit juga berlaku di aplikasi Santri Ku.

  6. Simpan dan periksa akun

    Klik Simpan. Akun baru muncul di daftar dengan kolom Tipe & Status dan Roles sesuai pilihan Anda.

    Untuk menonaktifkan akun tanpa menghapusnya, matikan sakelar di kolom Aksi.

    Tips: Bila jendela tidak tertutup setelah klik Simpan, cari tulisan merah di bawah kolom, mis. email sudah dipakai. Akun yang sudah punya aktivitas tidak bisa dihapus, hanya dinonaktifkan.

  7. Atur izin tiap role bila perlu

    Izin bawaan tiap role sudah disiapkan. Untuk mengubahnya, buka Pengaturan > Manajemen Role, klik Edit Izin pada role, centang atau hapus centang izin di Hak Akses (Permissions), lalu klik Simpan Role.

    Untuk role baru, klik Tambah Role dan isi Nama Role dengan huruf kecil dan tanda hubung, mis. ustadz-senior.

    Tips: Perubahan izin berlaku untuk semua akun yang memegang role tersebut. Role admin tidak bisa dihapus.

  8. Serahkan data masuk kepada pemilik akun

    Beri tahu pemilik akun email dan password awalnya. Di web E-Pesantren mereka bisa masuk dengan email atau username; di aplikasi Santri Ku, gunakan email.

    Minta mereka segera mengganti password lewat menu profil di kanan atas, Ubah Password.

Apakah panduan ini membantu?

Masih ada yang belum jelas?

Hubungi tim kami dari menu Bantuan & Dukungan di aplikasi E-Pesantren, atau lewat WhatsApp.