← Semua panduan
Akuntansi

Metode akuntansi accrual (piutang santri)

Mencatat tagihan sebagai piutang dan pendapatan pada bulan layanannya, lengkap dengan saldo awal piutang, potongan/beasiswa, dan cara kembali ke metode cash.

Untuk: Bendahara

Diperbarui 9 Oktober 2026

Untuk bendahara dan admin pesantren yang mengelola menu Akuntansi.

Cash atau accrual?

Cash (bawaan) Accrual
Pendapatan SPP dicatat saat uang diterima pada bulan layanannya, walau belum dibayar
Tunggakan di Neraca tidak tampak tampak sebagai Piutang Santri
Potongan/beasiswa tidak tercatat (pendapatan langsung bersih) tercatat sebagai beban potongan
Laba Rugi menjawab "berapa uang yang masuk?" "berapa yang menjadi hak pesantren?"

Arus Kas tetap menunjukkan uang yang benar-benar masuk pada kedua metode.

Sebelum beralih

  1. Buka Akuntansi > Pengaturan Jurnal Otomatis.
  2. Di kartu Piutang dan potongan tagihan, atur akunnya. Isian ini boleh dibiarkan bawaan:
    • Akun piutang santri: bawaannya 1201 Piutang Santri.
    • Akun potongan per kategori (Diskon, Beasiswa, Keringanan): bawaannya satu akun "Beban Potongan & Beasiswa Santri". Tombol Buat akun membuat akun terpisah per kategori, misalnya "Beban Beasiswa Santri".
  3. Tekan Simpan Pengaturan.
  4. Pastikan pembayaran lama sudah dijurnal. Bila ada pembayaran lama yang belum masuk jurnal, minta tim dukungan memprosesnya sebelum accrual diaktifkan.

Mengaktifkan accrual

  1. Di kartu Metode akuntansi, tekan Beralih ke accrual….
  2. Pilih tanggal mulai.
    • Sebaiknya tanggal 1, sebelum tagihan bulan itu dibuat.
    • Tanggal tidak boleh setelah hari ini, dan tidak boleh di bulan yang sudah Tutup Buku.
  3. Baca pratinjau per unit:
    • Saldo awal piutang: tagihan belum lunas yang periodenya sebelum tanggal mulai. Tagihan ini dijurnal sekali per unit: Piutang (debit) / Laba Ditahan 3201 (kredit), bertanggal tanggal mulai. Dengan cara ini pendapatan bulan peralihan tidak melonjak.
    • Diakui sebagai pendapatan: tagihan belum lunas yang periodenya mulai tanggal itu. Tagihan ini dijurnal satu per satu seperti tagihan baru.
    • Tagihan yang sedang dicicil hanya dihitung sisanya, karena bagian yang sudah dibayar sudah tercatat sebagai pendapatan saat diterima.
  4. Tekan Ya, aktifkan accrual.

Jurnal yang dibuat otomatis

Kejadian Jurnal Referensi
Tagihan terbit Piutang (D) + Beban potongan (D) / Pendapatan sebesar nominal sebelum potongan (K) AR-{id tagihan}
Dibayar (online, saldo dompet, atau diverifikasi bendahara) Kas/Bank (D) / Piutang (K) PAY-…
Nominal tagihan diubah, atau potongan diterapkan kemudian jurnal AR-… diubah, bila bulannya belum Tutup Buku AR-{id}
Sama, tetapi bulannya sudah Tutup Buku jurnal penyesuaian bertanggal hari itu AR-{id}-K1, -K2, …
Tagihan dihapus piutang yang belum dibayar dibatalkan, dengan aturan ubah/penyesuaian yang sama; bagian yang sudah dibayar tetap menjadi pendapatan AR-{id} / AR-{id}-K…
Saat accrual diaktifkan saldo awal piutang per unit AR-AWAL-{waktu}-U{unit}

Tanggal jurnal tagihan adalah tanggal 1 bulan periodenya, misalnya SPP November dicatat 1 November walaupun tagihannya dibuat 25 Oktober. Tagihan tanpa periode (uang gedung, daftar ulang) memakai tanggal dibuat. Jika bulan itu sudah Tutup Buku, jurnal dicatat hari itu.

Segmen unit pada semua jurnal mengikuti unit tagihan, seperti jurnal pembayaran.

Laporan dan Tutup Buku

Kembali ke cash

Tekan Kembali ke cash… di kartu Metode akuntansi. Setelah itu:

Hal yang perlu diperhatikan

Apakah panduan ini membantu?

Masih ada yang belum jelas?

Hubungi tim kami dari menu Bantuan & Dukungan di aplikasi E-Pesantren, atau lewat WhatsApp.