/*
 * Font di-host sendiri, tidak lagi diambil dari fonts.googleapis.com.
 *
 * Tiga alasan, berurutan dari yang paling berpengaruh:
 *
 * 1. MENGHILANGKAN DUA PERJALANAN JARINGAN DI JALUR KRITIS. Cara lama butuh
 *    sambungan ke fonts.googleapis.com untuk mengambil CSS-nya, lalu BARU
 *    tahu berkas mana yang harus diambil dari fonts.gstatic.com — domain
 *    berbeda, sambungan berbeda. Keduanya harus selesai sebelum teks tampil
 *    dengan font yang benar. Sekarang font datang dari domain yang sama
 *    dengan halamannya, lewat sambungan yang sudah terbuka.
 *
 * 2. Tidak ada lagi alamat IP pengunjung yang terkirim ke pihak ketiga hanya
 *    untuk memuat huruf.
 *
 * 3. Situs tetap tampil benar meski fonts.googleapis.com diblokir atau
 *    lambat.
 *
 * VERSI VARIABLE, BUKAN SATU BERKAS PER BOBOT. Satu berkas meliputi seluruh
 * rentang bobot yang dipakai situs (Inter 300-800, Plus Jakarta Sans
 * 400-800). Cara lama meminta sebelas berkas terpisah; sekarang dua, atau
 * empat kalau halamannya memuat karakter latin-ext.
 *
 * `font-display: swap` dipertahankan: teks tampil langsung dengan font
 * sistem, lalu berganti begitu font selesai diunduh. Lebih baik teks yang
 * terbaca segera daripada halaman kosong yang menunggu huruf.
 *
 * Berkasnya diambil dari Google Fonts (Open Font License) pada 15 September
 * 2026: Inter v20, Plus Jakarta Sans v12.
 */

/* ── Inter — teks isi ───────────────────────────────────────────────────── */

@font-face {
    font-family: 'Inter';
    font-style: normal;
    font-weight: 300 800;
    font-display: swap;
    src: url('/fonts/inter-latin.woff2') format('woff2');
    unicode-range: U+0000-00FF, U+0131, U+0152-0153, U+02BB-02BC, U+02C6,
                   U+02DA, U+02DC, U+0304, U+0308, U+0329, U+2000-206F,
                   U+20AC, U+2122, U+2191, U+2193, U+2212, U+2215, U+FEFF,
                   U+FFFD;
}

/*
 * latin-ext hanya diunduh kalau halaman benar-benar memakai karakternya.
 * `unicode-range` yang menentukan itu, bukan urutan deklarasi — peramban
 * memeriksa dulu karakter apa yang muncul di halaman, baru mengambil
 * berkasnya. Teks bahasa Indonesia biasa tidak akan pernah memicunya.
 */
@font-face {
    font-family: 'Inter';
    font-style: normal;
    font-weight: 300 800;
    font-display: swap;
    src: url('/fonts/inter-latin-ext.woff2') format('woff2');
    unicode-range: U+0100-02BA, U+02BD-02C5, U+02C7-02CC, U+02CE-02D7,
                   U+02DD-02FF, U+0304, U+0308, U+0329, U+1D00-1DBF,
                   U+1E00-1E9F, U+1EF2-1EFF, U+2020, U+20A0-20AB, U+20AD-20C0,
                   U+2113, U+2C60-2C7F, U+A720-A7FF;
}

/* ── Plus Jakarta Sans — judul ──────────────────────────────────────────── */

@font-face {
    font-family: 'Plus Jakarta Sans';
    font-style: normal;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url('/fonts/jakarta-latin.woff2') format('woff2');
    unicode-range: U+0000-00FF, U+0131, U+0152-0153, U+02BB-02BC, U+02C6,
                   U+02DA, U+02DC, U+0304, U+0308, U+0329, U+2000-206F,
                   U+20AC, U+2122, U+2191, U+2193, U+2212, U+2215, U+FEFF,
                   U+FFFD;
}

@font-face {
    font-family: 'Plus Jakarta Sans';
    font-style: normal;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url('/fonts/jakarta-latin-ext.woff2') format('woff2');
    unicode-range: U+0100-02BA, U+02BD-02C5, U+02C7-02CC, U+02CE-02D7,
                   U+02DD-02FF, U+0304, U+0308, U+0329, U+1D00-1DBF,
                   U+1E00-1E9F, U+1EF2-1EFF, U+2020, U+20A0-20AB, U+20AD-20C0,
                   U+2113, U+2C60-2C7F, U+A720-A7FF;
}
